ASN (APARATUR SIPIL NEGARA) KECAMATAN GEDEBAGE, “SEBUT WARTAWAN KURANG AJAR”

Kota Bandung- Sebuah Kantor Pemerintahan di Kota Bandung seolah-olah kurang layak, dengan pemandangan ruang publik terbuka pintu belakang keluar masuk tamu, bercokol seorang wanita Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan, dengan gaya mamih genk, merokok bebas di ruang terbuka pada saat jam kerja berlangsung, dan menjadi sebuah pemandangan yang tidak biasa di kantor pemerintahan. Sri sebagai staff Kecamatan naik pitam saat Tim Media hendak berkonfirmasi terkait proyek pemindahan tanah dari proyek Masjid Terapung ke disposal di jalan Pendamping dekat kantor DISHUB.

Bermula dari Wartawan yang bertanya saat bertugas, dan dia tersinggung ketika ditanya, saat ingin diperjelaskan kenapa tersinggung, Sri semakin geram dan memprovokasi dalam kondisi yang panik, bahkan dirinya mencoba mengumpulkan orang, sambil teriak di depan umum “Saya mah orang asli Gedebage, jangan macem-macem ke saya, coba semua suruh kumpul ke sini, panggil semua, saya tidak enak, dan saya akan laporkan ke polisi, dasar wartawan kurang ajar, tamu banyak nanya, saya gak takut dengan wartawan,“ tantang Sri.

Dikhawatirkan hal yang tidak diinginkan terjadi, maka secara spontan kami melapor via WA dan kontak langsung kepada anggota Polsek Gedebage (Iptu Jasman). Sambil menunggu pihak Polsek  setempat tiba, untuk segera dilakukan pengamanan, mengingat adanya pengancaman terhadap Wartawan, yang akan berdampak pada keselamatan saat menjalani tugas.

Atas tindakan itu Bambang Sukardi sebagai Camat Gedebage meminta maaf atas tindakan yang tidak menyenangkan dari staff nya itu,” Mungkin staff saya sedang ada masalah sehingga hal salah paham ini terjadi dan saya meminta maaf atas kelakuan staff saya yang kurang baik dalam menyambut tamu, mungkin dia kurang kenal, dan paham dengan Wartawan” jelasnya.

Sri akhirnya meminta maaf dan mengaku khilaf,” Memang saya lagi ada banyak masalah di luar, dan saya tidak menyadari dengan ucapan saya menyebut “Wartawan Kurang Ajar”, sekali lagi saya meminta maaf” tuturnya, namun setelah ditelusuri, wartawan tersebut tetap melanjutkan hasil laporannya, dengan Laporan Nomor Polisi : LP/149/II/JBR/RESTABES BDG/Sektor Gedebage terkait merasa Profesinya sebagai Jurnalis dilecehkan dengan diusir secara arogan serta dihalang-halangi saat sedang bertugas. # Rifki Okta-JABAR

Related posts