Catut Nama Gubernur Sulut, Oknum Kepsek SMK N 1 Sinonsayang Minsel Ancam Murid dan Guru

Minsel – Oknum kepala sekolah SMK N 1 Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan melakukan pungutan liar terhadap siswa sekolah tersebut. Oknum Kepala sekolah inisial TT menurut sumber yang sangat dipercaya mengatakan bahwa praktek pungutan liar yang dilakukan oknum kepsek tersebut sudah berjalan sejak tahun 2016 sampai sekarang dengan membawa atau mencatut nama Gubernur Sulut.

Oknum kepsek ini juga mengancam para siswa tidak akan diikut sertakan dalam UNBK kalau tidak membayar uang sesuai anggaran yang sudah di tetapkan. Adapun besaran biaya yang ditetapkan sebagai brikut, biaya Prakerin Rp. 650.000, biaya UNBK/simulasi ujian tahun 2018 Rp.400.000. Hal ini menjadi beban yang sangat berat bagi orang tua murid, keputusan tersebut hanya sepihak di bawah tekanan dari kepala sekolah tersebut. Hal ini menurut sumber bahwa sudah sempat di laporkan ke Ombusman Sulut tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut. Diketahui jumlah siswa yang terdaftar untuk melaksanakan UNBK berjumlah kurang lebih 100 siswa.

Kejadian-kejadian seperti ini di SMK N 1 Sinonsayang Minahasa Selatan sudah sering terjadi dari tahun ke tahun saat kepemimpinan oknum Kepsek TT. Dan yang kami sangat kecewa juga saat bantuan beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pinter ) dengan nilai kurang lebih Rp. 1.000.000/siswa di babat habis oleh oknum kepala sekolah dengan alasan bahwa murid/siswa harus membayar hutang mereka di sekolah. Kata salah satu orang tua murid berinisial JR. Kami orang tua murid terkejut mendengar bahwa anak-anak kami mempunyai hutang di sekolah malahan dari penerimaan beasiswa KIP tersebut ada beberapa orang
tua murid yang rela harus menombok karena dana yang diterima dari KIP tidak mencukupi. Kejadian tersebut membuat salah satu orang tua murid dengan tegas menolak hal itu dan tidak menerima perlakuan tersebut kepada siswa karena apa yg menjadi hak murid/siswa harus di berikan.

Walhasil oknum kepsek tersebut mengembalikan dana tersebut kepada orang tua murid yang bersangkutan.
Di sisi lain juga oknum kepala sekolah ini juga mengancam para guru dan guru honor apabila tidak sependapat dengan oknum guru tersebut maka tidak segan-segan ia akan memberhentikan bagi yang honorer dan bagi guru pns ia akan mutasikan. ‘Ngoni belum tau kita sapa kita ini ada bekengan jadi ngoni macam-macam kita akan mutasikan’ ungkap sumber kepada NusantaraNews apa yang pernah dikatakan oknum kepsek. Karena berpikir mempunyai hubungan dekat dengan gubernur sehingga oknum kepsek tersebut sering mencatut nama gubernur dalam menjalankan aksinya di lingkungan kerjanya.

Kepala sekolah SMK N 1 Sinonsayang Minahasa Selatan kepada Wartawan NusantaraNews membantah hal tersebut bahwa dia tidak melakukan yang dinamakan pungli di sekolah kami semua atas kesepakatan orang tua murid.
Sedangkan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas DIKDA Propinsi Sulawesi Utara Dr. Paulus Tamaka. M.Si mengatakan kepada NusantaraNews bahwa informasi ini akan kami konfirmasikan kepada kepala sekolah yang bersangkutan. (Onal_m)

 

Related posts