Gubernur Acuh, Ortu Calon Siswa Siap Mengadu ke Istana

MAKASSAR – Kamis 28 September 2017 Polemik di dunia pendidikan Sulsel terkait kursi kosong 4096 SMA/SMK sederajat, sampai saat ini Dinas Pendidikan belum merealisasikan  untuk mengisi kursi kosong tersebut dengan alasan melanggar keputusan gubernur nomor 1480/VI/2017. Berbagai macam cara yang ditempuh orang tua siswa agar anaknya bisa bersekolah. Mereka  rela meninggalkan pekerjaannya untuk mengikuti unjuk rasa bersama ALIANSI MAHASISWA DAN MASYARAKAT PEDULI PENDIDIKAN SULSEL beberapa bulan yang lalu, yang dilaksanakan di kantor Dinas Pendidikan, gubernur, dan terakhir di gedung DPRD Prov. Sulsel namun belum ada jawaban.

Lanjut pada hari Senin, 18 September 2017 di Kantor DPRD  Sulsel diadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan ketua Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Pendidikan Sulsel, ketua Forum Orang Tua Murid Makassar, Ketua Forum Komite sekolah dan Ketua Dewan pendidikan Prov. Sulsel, yang juga turut dihadiri oleh asst.III sekda Prov. Sulsel (mewakili gubernur), kabid Dinas Pendidikan Prov. Sulsel (mewakili kadis), untuk membahas aspirasi masyarakat mengenai penerimaan PPDB online tahun 2017.

Berdasarkan saran, masukan dan pembicaraan yang berkembang dalam rapat dengar pendapat (RDP), maka ketua DPRD prov.sulsel H.MOH.ROEM, SH, M.Si. menindak lanjuti dengan menyurati gubernur prov. Sulawesi Selatan, Nomor : 420/362/DPRD, Perihal : Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2017.

Di tempat  terpisah saat konferensi pers bersama awak media Nusantara News, (Ketua Lembaga Forum Orang Tua murid Makassar), Herman Hafid Nassa mengatakan “Kalau dalam waktu dekat ini kami tidak mendapatkan jawaban dari pak gubernur, maka saya dan bersama orang tua calon siswa sebanyak 120 orang akan berangkat ke istana negara untuk menyampaikan aspirasi kami kepada Bapak Presiden jokowi, saya rasa beliau akan menerima kami” ujarnya, di Warkop Permata Jln.Veteran Selatan Makassar.

Team NN

Related posts