Halal Bihalal Kemenag Tangsel & MUI Tangsel :  Pancasila Sebagai Idiologi Bangsa

Tangsel – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel dan Kemenag Tangsel mengadakan acara Halal Bi Halal (HBH) dan Halaqah Kebangsaaan di Aula Kemenag Tangsel, Senin (10/07/2017). Acara ini dihadiri sekitar 200 orang, dari pegawai di lingkungan Kemenag Kota Tangsel, para Kasi, Kepala Madrasah, KUA, Penghulu, Pokjaluh, Pokjawas, AGPAI, IGRA, dan para ulama dan tokoh masyarakat lintas agama. Dalam Acara ini mengangkat tema “Memperkokoh Pancasila sebagai Idiologi Bangsa, Pandangan Hidup dan Identitas Nasional”.

Kerukunanan antar suku, agama, ras dan golongan terjalin dengan rukun dan damai di Indonesia. Menyikapi perkembangan dewasa ini, nilai – nilai kebangsaan yang semakin terkikis menjadi perhatian serius semua elemen masyarakat yang cinta akan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menghadapi persoalan yang berkembang saat ini, rakyat Indonesia mulai bergerak untuk mempertahankan dan memperkokoh keutuhan Pancasila sebagai dasar negara.

 

Dalam acara tersebut, kemenag Tangsel, menghadirkan para narasumber diantaranya. kemenag Kota Tangsel, H. Zaenal Arifin, Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany, Ketua MUI Kota Tangsel, KH. Saidih, KH. Mujar Ibnu Syarif, Peniliti Timur Tengah, Zuhairi Misrawi, dan tokoh agama Katolik, Romo Beny Antonius Susetyo.

Sambutan Walikota Tangsel, Airin mengatakan, masyarakat Tangsel dengan penduduk penduduk 1,2 jt jiwa adalah kota majemuk karena warganya yang berasal dari berbagai daerah sudah lama tinggal dan menetap di Tangsel.

“Mungkin mereka tidak ingin lagi kembali ke kampung halamannya, karena sudah betah di Tangsel ini. “kata Airin.

“Kemajemukan masyarakat inilah yang harus kita jaga sehingga tidak timbul perpecahan dengan menanamkan pandangan hidup dan nilai – nilai kebangsaan yaitu Pancasila”ujarnya.

Airin juga menegaskan harapannya bahwa sosialisasi Pancasila harus bisa menyentuh masyarakat, khususnya generasi muda dan harus bisa membuat sosialisasi Pancasila dengan cara yang lebih kekinian dan menegakkan komitmen menjadikan Pancasila sebagai dasar negara kita.

Sikap tolerensi dan memaafkan sudah tertanam dan mengakar di tengah-tengah masyarakat dan tidak mudah untuk dilupakan.
Karena itu membumikan nilai – nilai Pancasila sebagai perekat anak bangsa dari sabang hingga Papua membuktikan Bangsa Indonesia memiliki pandangan dan falsafah hidup yang hakiki. Dan inilah tugas anak bangsa untuk tetap menjaga dan mempertahankannya.

Sedangkan Ketua Panitia, H. Abdul Rojak, mengatakan bahwa acara ini bertujuan selain saling memaafkan, juga untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan), baik ukhuwah islamiyah dengan sesama muslim maupun ukhuwah basyariyah dan wathoniyah sesama komponen anak bangsa dan tercipta kota Tangsel yang Cerdas, Modern, dan Religius CIMORE.

Penulis : Uthe

Editor & Publish : Eny

Related posts