Hilang 2 Minggu Opa Guan Suawa Sudah Menjadi Rangka

Tomohon – Setelah menerima laporan masyarakat lewat lurah Lahendong Selfi Datu bahwa adanya penemuan mayat di perkebunan Toulangkouw kelurahan Lahendong ling. I Kec. Tomohon Selatan, petugas piket reskrim polres Tomohon bersama anggota unit identifikasi dipimpin langsung kapolres Tomohon ABBP I Ketut Agus Kusmayadi.Sik mendatangi TKP.

Di Tkp polisi menemukan sesosok mayat yang tergantung dengan tali nilon warna biru, kejadian tersebut diperkirakan sudah dua minggu sehingga anggota badan sudah terpisah dengan badan dan tengkorak kepala sudah tergeletak di tanah sedangkan tangan kanan dan kiri serta tulang kerongkongan masih tergantung di pohon. Jenasah ditemukan pertama kali oleh pemilik kebun Marten Mende dan Meidy Karepoan pada pukul 06.30 saat melihat batas-batas (sipat) kebunnya karena baru saja dibeli. Saat ditemukan posisi mayat berada di kemiringan, mengenakan baju kaos warna abu-abu, celana jeans warna biru merek Carvil, topi warna abu-abu bertuliskan F1 (formula satu), sepasang sandal merek Yeye warna putih tali biru, rokok U Mild dan 1 (unit) HP Nokia warna putih.

Anggota polres Tomohon langsung menutup TKP, mengolah dan melakukan identifikasi terhadap mayat, mencari saksi-saksi, mencari identitas korban, dan mengevakuasi korban dari TKP.
Setelah melakukan penelusuran piket Reskrim dari handphone korban dengan menghubungi nomor-nomor yang ada di handphone yaitu salah satunya kontak dengan nama BU PEN tinggal di Remboken diperoleh informasi bahwa mengenal nomor korban yaitu bernama GUAN SUAWA, 64 tahun, tinggal di Desa Paso Kec. Kakas. Akhirnya mayat tersebut diketahui MAX SUAWA alias GUAN, umur 64 tahun, lahir di Passo 12 Maret 1953, Alamat Desa Passo Jaga IX Kec. Kakas Kab. Minahasa dan informasi dari keluarga bahwa Alm. MAX SUAWA alias GUAN beberapa bulan terakhir mengalami gangguan karena sering ketakutan tanpa sebab. Kasat reskrim tomohon nama AKP M. Aswar Nur S.IK
saat ditemui di ruang kerjanya membenarkan hal itu. Tak lama kemudian pihak keluarga langsung menjemput jenasah di Polres Tomohon dan menolak untuk dilakukan autopsi, atas dasar tersebut piket reskrim membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan berita acara serah terima barang milik Alm. MAX SUAWA alias GUAN  dan mayatnya langsung dibawa ke rumah duka di Paso.

Onal Mamoto

Related posts