Ijin Amdal Proyek Apartemen Senilai 2,1 T Berakhir “Damai”

Kota Tangsel – Aktivitas pembangunan yang dilakukan dalam berbagai bentuk usaha atau kegiatan pada dasarnya akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Sementara perangkat atau instrumen yang digunakan untuk melakukan hal
tersebut adalah Amdal dan UKL-UPL.  Amdal dan UKL-UPL merupakan salah
satu syarat untuk mendapatkan Izin Lingkungan sesuai UU No.32 Tahun
2009 sebagaimana disebutkan dalam pasal 36 ayat (1) “Setiap usaha
dan/atau kegiatan yang wajib memiliki amdal atau UKL-UPL wajib
memiliki izin lingkungan”.

Proyek seluas ribuan meter pembangunan apartemen Brooklyn kampung Babakan, Lengkong gudang timur kecamatan Serpong mendapat sorotan masyarakat sekitar dan dinas terkait, proyek senilai 2,1 Triliun yang dikerjakan Waskita Realty tersebut akhirnya diselesaikan secara “damai” di meja rumah makan.

Damanuri mewakili masyarakat kampung Babakan kepada wartawan mengaku senang ada rekan media hadir dalam proses mediasi antara warga,
konsultan proyek, kontraktor dan seluruh OPD (organisasi perangkat
daerah) terkait pembangunan apartemen di dekat kampungnya. Biasanya wartawan selalu di pihak masyarakat, intinya pembangunan harus menerima usulan dan keinginan warga kami,” tukasnya seraya meminta rekan media untuk ikut memantau pembangunan apartemen. Jum,at (4/8) sore di rumah makan kawasan BSD.

“Selain meminta kepada kontraktor dan pemkot memperhatikan nasib
warga sekitar proyek, tadi kami juga harapkan adanya pemberdayaan
masyarakat asli kampung kami, hanya itu saja,”sambungnya.

Sementara kepala bidang pengawasan dan perijinan amdal dinas BLHD
M.Isa meminta agar rekan media jangan terlalu membesarkan beritanya,
“Seluruh dinas terkait dilibatkan, sudahlah kita bicara yang lain
saja. Seluruh aktifitas ini baru proses, kalian bisa tanyakan kepada
Ibu Ning konsultannya atau Pak Reza GM Waskita Realty nanti,” urainya
seperti enggan memberikan keterangan kepada wartawan saat adanya
pemberian amplop kepada peserta mediasi.

Disesali saat awak media meminta hasil pertemuan, konsultan dan
Waskita Realty keduanya malah menjawab, “Nanti saja ya, semua sudah ada di dinas nanti,” tegasnya seraya meninggalkan awak media.

Pertemuan mediasi proyek apartemen senilai 2,1 T tersebut mencair
setelah adanya bagi-bagi amplop di bawah meja rumah makan, padahal bila
mengacu kepada UU No.32 Tahun 2009 jelas dikatakan “ Setiap orang yang
melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana
penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun
dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”. (Pasal 109
ayat (1) UUPPLH.

Sedangkan pasal lainnya menyebutkan “Pejabat pemberi izin usaha
dan/atau kegiatan yang menerbitkan izin usaha dan/atau kegiatan tanpa
dilengkapi dengan izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40
ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan
denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”. (Pasal
111 ayat (2) UUPPLH

Penulis : SIMON

Editor & Publish : Eny

Related posts