Imigrasi Kelas II Singkawang Adakan Konferensi Pers Sebagai Upaya Transparansi

Singkawang – Konferensi pers yang diadakan oleh pihak IMIGRASI kelas II Singkawang dalam pencapaian akhir tahun diadakan pada Selasa,  19 Desember 2017. Hal ini dilakukan  dalam upaya untuk transparansi publik, sehingga  pihak IMIGRASI di seluruh Indonesia mengadakan Konferensi Pers Serentak.

Konferensi pers adalah memberitahukan hal yang penting di hadapan wartawan, dan berita itu untuk disebar luaskan melalui media massa. Pihak Imigrasi kelas II Singkawang berupaya trasparansi kepada pihak wartawan.

Konferensi ini adalah rapat atau pertemuan untuk bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama permusyawaratan, ucap kepala kantor Noor Agus Hidayat,SE,MM kepada awak media.

Dalam pemaparannya disampaikan bahwa untuk pembuatan pasport mengalami penurunan yang cukup besar dari tahun 2016 sampai tahun 2017, pada tahun 2016 jumlah pembuatan pasport mencapai 32.448 pasport sedangkan pada tahun 2017 untuk dari Bulan Januari sampai Bulan Desember sekarang jumlah hanya 24.342 pasport, sekitar 25% penurunannya,”ucap Noor Agus Hidayat SE.MM kepada awak media.

Adapun faktor yang mempengaruhi  penurunan pembuatan pasport itu sendiri dia mengatakan sesuai dengan adanya surat edaran dari Direktorat Jendral Imigrasi tentang pencegahan TKI NON PROSEDURAL.
Untuk penundaan pemberian Paspor yang diduga TKI Non Prosedural ada 166 orang dari bulan Januari sampai Desember 2017.

Di daerah perbatasan sendiri untuk Penerbitan Pas Lintas Batas (PLB)  di tahun 2016 berjumlah 9.226 sedangkan di tahun 2017 mengalami penurunan yang cukup drastis yaitu berjumlah 5.601 sekitar 40% hilang. “Selama menjabat 2 bulan saya perketat anak buah saya supaya tidak dibenarkan memberikan lagi PLB untuk warga di daerah sekitar perbatasan Jagoi Babang. Makanya dalam waktu dua bulan saja lebih drastis penurunannya yang biasanya bisa mencapai seratus lebih turun bahkan kurang dari seratus,” ucap Noor Agus Hidayat, SE.MM.
Ditanya perihal Warga Negara Asing (WNA) dia mengatakan,”Kalau untuk Warga Negara Asing (WNA) mengalami peningkatan,WNA Masuk 227 orang keluar 199 orang tahun 2017. Sedangkan untuk WNA yang dideportasi dari bulan Januari sampai Desember 2017 ada 18 orang, terdiri dari 16 laki-laki 2 orang wanita, kebanyakan mereka melanggar pasal 75 UU NO.06 AYAT 01 2011 tentang KEIMIGRASIAN.

Alhamdulillah beberapa poin pertanyaan awak media kepada bapak Noor Agus Hidayat yang kini menjabat sebagai kepala IMIGRASI kelas II kota Singkawang, terjawab secara detil dan transparan. Dia menegaskan kembali untuk semua awak media serta masyarakat untuk berkerja sama saling berkoordinasi.(PWR EDDY.SH)

Related posts