Kapolres Metro Bekasi Prihatin Medsos Jadi Sarana TantangDuel

Bekasi – Peristiwa pengeroyokan terjadi di depan perumahan Griya Setu Permai, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Korban berinisial As dan Ml alias AC, mengalami luka cukup serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit, akibat sabetan sebilah celurit yang digunakan pelaku.

“Berkat kesigapan Unit Reskrim Polsek Setu, ke enam pelaku pengeroyokan berhasil diamankan,” ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Candra Sukma Kumara,. SiK, di hadapan para awak media yang tergabung dalam kelompok kerja (Pokja) Wartawan Polrestro Bekasi, Jum’at (15/12) pukul 16:00 WIB.

Masih menurut Kapolres, sebenarnya para pelaku pengeroyokan FF (18), VHN (18), AYP (19), DA(17), AMA (17), MRM (17), dengan korban tidak saling kenal, dan tidak ada masalah. Namun mereka hanya berteman di “Sosial Media” sampai akhirnya kedua kubu saling bertemu untuk bertarung dengan bahasa sparing, sehingga jatuh korban, ┬ájelas Kapolres.

Ke enam pelaku pengeroyokan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara, tegasnya.

Di antara pelaku ada yang masih berstatus pelajar, maka belajar  dari kasus ini Kapolres menghimbau agar para orang tua lebih mewaspadai putra putrinya dalam mengakses media sosial, mari sama-sama mengawasi generasi anak bangsa kita ini karena ini adalah tanggung jawab kita bersama.

Kapolres juga menambahkan, dengan adanya peristiwa pengeroyokan yang dilakukan kalangan remaja, dirinya sangat prihatin. Dan langkah ke depannya untuk meminimalisir kejadian seperti ini terulang kembali. Saya, beserta jajaran akan turun langsung ke sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Bekasi, untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan agar tidak terjadi lagi kejadian seperti ini yang akan merusak generasi bangsa,” tutup Kapolres. #as

Related posts