Pelaku Penganiaya Anak Wartawan, Dilepas Oknum Anggota Polsek Panjang

Bandar Lampung – Apri Bin Herman seorang pemuda yang diduga terlibat kasus pengeroyokan di jalan Rawa Laut LK 1 / RT 07 Kelurahan Panjang Kecamatan Panjang dilepas oleh oknum petugas Polsek Panjang Kota Bandar Lampung Minggu 17/09/2017.

Salah seorang oknum polisi yang bernama Budi Haryanto yang berpangkat Bripka yang bertugas di Polsek tersebut menyatakan bahwa pelaku Apri kondisinya agak kurang, maka  kami lepas. Itu pengakuan Budi saat menemui orang tua korban di masjid dekat  komplek Angkatan Laut Sabtu (23/09).

Orang tua korban (Hendra) berusaha menemui kanit atau kapolsek untuk menanyakan perihal dilepasnya  Apri Bin Herman, namun Kanit dan Kapolsek tidak ada di tempat .

“Maaf Pak, kalau mau ketemu kapolsek tidak ada sedangkan  kanit barusan saja keluar,”terang petugas jaga yang bernama Taksan.

Salah satu anggota polisi yang tidak diketahui namanya menyayangkan di lepasnya pelaku Apri Bin Herman, pihak penyidik seharusnya bisa  berkoordinasi kepada keluarga korban, setidaknya ada titik temu dari keluarga pelaku bila mau diselesaikan secara kekeluargaan  .
”Ini saran mas, kalau bisa jangan langsung lapor ke Polresta dulu, coba temui dahulu kanit atau kapolsek,” himbaunya singkat.

Menurut Brigpol B Nababan dalam perbincangannya dengan orang tua korban di ruangan Penyidik mengatakan bahwa  si pelaku Apri  dilepas pada hari Minggu (17/9),  saat itu orang tua korban dihubungi penyidik namun orang tua korban sedang berada di Jakarta.

Pengakuan pelaku, saat dirinya dimintai keterangan oleh penyidik dirinya (Apri )  mengaku hanya memegangi korban. Sementara itu rekan-rekan Apri yang berumur dewasa, yang badannya besar memukuli korban di saat malam pergantian tahun baru itu.

”Memang betul pihak kepolisian tidak dapat menunjukkan surat dari Rumah sakit atau kartu kuning kepada keluarga korban. Tetapi sepertinya, pelaku agak kurang kondisi fisiknya saat kita BAP, “ kata Nababan.

Di tempat terpisah, pelaku Niko Andrian yang ditahan di Polsek Tanjungan Lampung Selatan  tertangkap kasus yang berbeda dan dari hasil pengakuan keterangan penyidik, pelaku Niko bersama Apri mengakui dirinya telah mengeroyok korban bersama keempat rekannya pada malam pergantian tahun baru itu.

Sementara itu, Kapolsek Panjang Kompol Sufingi melalui Iptu Mahendra Kanit Polsek panjang, mengakui terkait dilepasnya pelaku karena masih berumur 17 Tahun dan masa penahanan anak-anak itu hanya 14 hari, jadi pelaku Apri  hanya wajib lapor. Mengenai Surat Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) memang benar pihak kepolisian tidak pernah memberikan SP2HP itu kepada keluarga korban.

“Terkait SP2HP yang dipertanyakan keluarga Korban,  saya sebagai Kanit minta maaf kepada keluarga korban, nanti penyidiknya kita tegur dan segera pelaku akan kami proses, “ujarnya  saat ditemui beberapa awak media Senin (25/9).

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa peristiwa pengeroyokan itu terjadi saat malam pergantian tahun baru 2016 lalu, yang mengakibatkan Okky (korban) mengalami luka robek di kepala belakang, luka memar (lembab) pada mata kanan maupun kiri dan hidung mengeluarkan darah. Namun masalah ini ditangani dengan sangat lambat.    Dengan kejadian ini orang tua korban merasa sangat kecewa dengan kinerja Polsek Panjang.

Penulis : Hendra W

Related posts