Sistem PPDB Zonasi Sesat, Belum Layak Diterapkan

KABUPATEN TANGERANG – Pemerhati pendidikan dari Universitas Islam Syech Yusuf Tangerang, Eny Suhaeni menegaskan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 sangat merugikan masyarakat yang hendak menyekolahkan putra-putrinya ke jenjang SMP. Ia menilai kebijakan tersebut menyesatkan masyarakat.

“Masyarakat dibuat bingung, tidak tahu jalan untuk menyekolahkan putra-putrinya. Hendaknya aturan dibuat untuk memudahkan rakyat, bukan mempersulit. Pemerintah daerah harusnya mengantisipasi hal itu,” tegas Eny Suhaeni, Kamis 6 Juli 2017.

Menurut Eny, sistem zonasi selain mempersulit masyarakat juga tidak memberi ruang kompetisi prestasi bagi siswa. Sistem zonasi hanya menampung seadanya.

“Bagaimana nasib sekolah yang selama ini mendapat predikat rujukan, lalu mendapat murid yang standar NEMnya? Repot dong meningkatkan mutu,” keluh Eny Suhaeni yang juga menjabat Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang..

Dalam pandangan Eny, sistem zonasi belum layak diterapkan, karena distribusi sekolah masih sangat terbatas. Sementara semua SMP sudah menerapkan Permendibud 17/2017.

“Makanya kacau. Karena belum layak diterapkan dengan fasilitas yang belum memadai. Kasihan masyarakat dibuat pusing,” tegas Eny.

Ia menyarankan agar Bupati Tangerang membuat surat edaran menganulir sekolah-sekolah yang tidak mencapai target kuota zonasi. Pemda harus memberi keleluasaan kepada masyarakat yang terjebak zonasi kuning dan merah.

Keluhan serupa diuatarakan Sutama, Badan Pengawas Desa (BPD) Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, akibat adanya sistim zonasi ia mengaku sulit untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Sebab menurutnya wilayah tempat tinggalnya dikategorikan dalam prioritas tiga (P3).

Ia mendesak agar pemerintah mencabut peraturan yang dinilainya telah menyusahkan rakyat untuk menyekolahkan putra-putrinya. Akibat terbitnya peraturan menteri itu, menurut Sutama rakyat kecil bakal kesulitan menyekolahkan anaknya lantaran terbentur biaya pendidikan.

Sementara itu Kepala sekolah SMP Negeri 1 Pasar Kemis, Pathoni menegaskan tetap konsisten menjaga kemurnian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  sesuai Peraturan Menteri Pneidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 17/2017 yakni Jalur Prestasi dan Luar Zonasi Tahun Pelajaran 2017-2018.

“Ini diatur dalam Permendikbud. Saya tidak berani menabrak aturan,” ujar Pathoni di SMP Negeri 1 Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Kamis 6 Juli 2017.

Ia menyadari Permendikbud ini akan ada kritik dari masyarakat. Sebab ada masyarakat yang tidak diuntungkan dengan Permendikbud tersebut.

“Sebelum pelaksanaan PPDB, saya pernah ungkapkan hal ini saat rapat di dinas. Maka itu pihak dinas untuk memetakan wilayah yang tidak terakomodir dalam PPDB,” Pathoni.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) sekaligus Panitia PPDB Tahun Pelajaran 2017-2018 di SMPN 1 Pasar Kemis, Tarigan menambahkan tercatat 15  peserta diterima melalui jalur luar zonasi dari 15 kuota yang tersedia, dan 11 peserta diterima melalui jalur prestasi juga dari 15 kuota yang tersedia.

“Kami membagi 3 jalur seleksi yang pertama jalur prestasi dan kedua jalur luar zonasi yang masing-masing kuotanya sebanyak 15 kursi, kemudian ketiganya adalah jalur dalam zonasi dengan subzonasi prioritas wilayah, yang terbagi menjadi 4 prioritas wilayah dan memiliki jumlah kuota sisa dari 2 jalur seleksi yang telah diumumkan,” papar Tarigan

“Adapun kriteria yang kami terima dari jalur prestasi adalah dengan membuktikan perolehan sertifikat/piagam kejuaraan yang diterbitkan oleh penyelenggara O2SN, OSN, FLS2N, siswa teladan/berprestasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Pemkab Tangerang, Porkab, Pormi,  kemudian untuk seleksi jalur luar zonasi berdasarkan Nilai SHUS, Usia calon peserta didik, dan nomor urut pendaftaran,” lanjutnya

Lebih lanjut Ia mengatakan, untuk proses pendaftaran jalur dalam zonasi yaitu dengan menyerahkan Kartu Keluarga Asli, Fotocopy Akte Kelahiran, dan SHUS/SKHUN asli.

“Namun seleksinya untuk dalam zonasi yaitu berdasarkan jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah dari radius terdekat, usia calon peserta didik, lalu juga berdasarkan nilai SHUS, dan terakhir berdasarkan nomor urut pendaftaran. Adapun hasilnya akan kami umumkan pada 12 Juli 2017 pada pukul 12.00 di sekolah,” imbuhnya

Sementara itu Samhudi, Ketua RT 04 RW 02, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang mengatakan, merasa senang dengan sistem zonasi tersebut. Ia meyakini warganya sangat diuntungkan dengan sistem tersebut.

“Saya sangat senang dengan sistem ini, karena warga saya memiliki harapan terbesar untuk masuk ke sekolah ini, apalagi sekolah ini termasuk sekolah yang favorit, mudah-mudahan warga saya masuk semua,” tandasnya saat mendampingi warganya.

Penulis : Hartono

Editor & Publish : Eny

Related posts