SMK NEGERI 1 PALEMBANG TIADA HARI TANPA PRESTASI

Palembang –┬áSebuah bangunan gedung permanen berlantai dua, terlihat berdiri megah di atas lahan seluas 6.630 meter persegi, terletak di Jalan Letnan Jaimas no. 100 Kota Palembang.
Bangunan yang didirikan sejak tahun 1952 ini dulunya adalah Gedung Sekolah Menengah Ekonomi Atas atau dengan sebutan populernya SMEA Negeri Palembang. Berdasarkan peraturan pemerintah, semua sekolah kejuruan diseragamkan namanya. Seperti Sekolah Teknik Menengah (STM) Berubah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan. Begitu juga dengan SMEA Negeri Palembang yang berubah nama menjadi SMK Negeri 1 Palembang.

Walaupun bangunan sekolah telah beberapa kali direnovasi dan nama sekolah berganti dari SMEA ke SMK, namun tetap saja lembaga pendidikan ini merupakan “Kawah Chandradimuka” dimana tempat mendidik dan melatih putra-putri anak bangsa calon tenaga kerja profesional.

Seiring perjalanan waktu dan tuntutan zaman, para pendidik dan pengasuh di SMKN 1 setiap hari terus berinovasi meningkatkan mutu dan kualitas siswa/i mereka. Wajar saja jika sekolah ini memiliki segudang prestasi baik di bidang akademis maupun ekstrakurikuler, seperti olahraga dan pramuka. Begitu juga dengan mutu dan kualitas pendidikan, hal itu dapat dibuktikan oleh SMKN 1 Palembang dengan mendapat akreditasi A. Jadi tidak heran kalau SMKN 1 dapat dikategorikan sebagai sekolah favorit di kota ini dan tiada hari tanpa prestasi.

Tidak sampai sebatas itu saja, SMKN 1 patut mendapat acungan jempol. Sekolah yang memiliki ruangan belajar sebanyak 45 ruangan dengan tenaga pengajar sebanyak 53 guru PNS dan 53 guru honorer dua tahun belakangan ini, tepatnya semenjak dipimpin oleh Kepala Sekolah Dra. Hijrah Baiti, M.Si sekolah yang memiliki tiga jurusan yaitu Akutansi, Perbankan dan Pemasaran ini maju sangat pesat.
Selain meningkatkan mutu dan kualitas siswa/i nya, Ibu Hijrah Baiti juga melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Sumatera Selatan, baik itu perusahaan nasional maupun perusahaan multinasional di bidang retail, manufaktur dan perbankan. Jadi jangan heran 70 persen lulusan SMKN 1 diterima bekerja. Menurut Hijrah, perusahaan yang sudah bekerjasama setiap mereka membutuhkan tenaga kerja, pihak perusahaan melakukan tes langsung di sekolah.

Ketika ditanya persentase anak didik SMKN 1 yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, Hijrah mengatakan Sekolah Kejuruan tidak memfokuskan anak didiknya melanjutkan ke perguruan tinggi. Sekolah Kejuruan menekankan alumni untuk menjadi tenaga kerja profesional, ujarnya

Penulis : ROSIHAN/Sumsel

Editor & Publish : Eny

Related posts